Inspirasi Puisi

Inspirasi dalam menulis puisi tidak hadir dengan sendirinya, ia mesti di cari, di kerjar, direbut dan dipertahankan. setelah dapat inspirasi itu mesti di bentuk untuk menemukan jalan ceritanya sendiri. setelah jalan cerita itu terbentuk tibalah saatnya untuk mendandaninya, memolesnya, mengasahnya, menimang-ninang berat kata yang digunakan. lalu endapkan puisi itu untuk menemukan kejernihan dari kata yang telah tercampur. semakin jernih kata yang terekam maka semakin baik puisi yang tercipta. “Buah yang matang akan jatuh dengan sendirinya”. namun sebelum buah itu matang telah melalui berbagai proses dari biji, bunga, fotosintesa, mitokondria yang menyerap humus  tanah, berhari-harai, berminggu-minggu. semakin besar buah yang dihasilkan semikin lama proses pematangannya. Menulis puisi adalah menulis kesadaran dengan kesabaran.

meminang-bidadari

MEMINANG BIDADARI

Ya rabbi

masih adakah

perahu ke surga

membawa jenajah

para suhada

Ya rabbi

masih adakah

bidadari di sana

kupinang seorang saja

jika tubuhku

luluh terbakar mesiu

celupkan dalam

sejuknya  Ar-rasy

Hanya padaMU

aku berserah

Hanya padaMU

aku kembali

” Awal Januari 2009″

Ali Rahman Kaban


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: