Kabar Dari Sanggar

Berita seputar sanggar,agenda kegiatan,dll…

14 Tanggapan so far »

  1. 1

    Pusriza said,

    kak, bentar lagi pementasan tunggal “Dor” rencananya bulan 6.
    kak teringatku kalau mentas bulan 6, kapan muternya, mohon petunjuk.

  2. 2

    Pusriza said,

    Salam Teat3r
    Pa KAbarnya kakak2 ku sekalian???

  3. 3

    assalamualaikum.
    apa kabar kakak2 alumni…
    oh ya,
    kakak2 alumni yang masih sering tebar pesona di sanggar…
    tolong bagi2 dong kabar terbaru yang sedang berkembang di sanggar lkk.

  4. 4

    alumnilkk said,

    antologi puisi teater lkk yang kedua bakal terbit
    “merantau ke atap langit”
    bagi kakak yang berminat segera hubungi sanggar ya..

  5. 5

    alumnilkk said,

    saksikan beramai-ramai ! Pementasan Tunggal Teater LKK UNIMED
    Pada Tanggal 14 Juni 2008 di Taman Budaya Sumatera Utara dengan
    naskah Drama ” LAWAN CATUR ” Sutradara ” Masriawan Herlambang”
    Tiket dapat di ambil pada : Apriyani Kartini : HP 085296436604
    Segera jangan ketinggalan………

  6. 6

    alumnilkk said,

    JELANG DUA DASAWARSA TEATER LKK UNIMED

    Ali Rahman Kaban,M.Pd

    Pada tahun 2008 usia Teater Lakon Kesenian Kampus (LKK) Universitas Negeri Medan (Unimed) genap dua dasawarsa. Dua puluh tahun bukan usia muda bagi sebuah kelompok teater. Dengan lebel teater kampus, teater LKK mulai menunjukkan kiprahnya dalam kehidupan berkesenian di Sumatera Utara. Setidaknya nama-nama besar pekerja seni seperti: Suyadi San, Raudah Jambak, Mastar Muham, Saiful Amri, Aisyah Bashar lahir dari rahim LKK. Bahkan seorang alumnus teater LKK telah menempatkan namanya sejajar dengan seniman nasional yaitu Hasan Al Bana. Untuk ranah sastra alumnus-alumnus teater LKK kini berada di puncak prestasinya, namun dalam ranah dunia pentas bagaimana?
    Pementasan Bui setidaknya barometer terakhir bagi kualitas seni pertunjukan yang di gelar oleh LKK, pada acara Parade Teater Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Dengan sutradara Heri Sukamto dan tujuh orang pemain wanita, Bui mencoba mengeksplorasi kehidupan penjara wanita yang digambarkan oleh Indra Yt sebagai penulis naskah. Secara penampilan pementasan Bui cukup menghibur, beberapa peran yang ditampilkan dapat menarik penonton untuk tertawa. Hanya saja bila dilihat secara keseluruhan, tak banyak berubah dari penampilan teater LKK. Label dan citra teater kampus masih melekat erat dalam diri mereka. Setidaknya indikasi ini dapat di lihat dari penataan panggung seadanya, penataan musik ala kadarnya, seragamnya karakter pemain dan manajemen produksi yang masih belum terkelola dengan baik.
    Dari beberapa event teater tingkat mahasiswa yang pernah penulis ikuti dan mencermati perkembangan teater mahasiswa belakangan ini. Beberapa teater kampus telah berani lepas dari tirani dan citra teater kampus yang selalu terkungkung oleh birokrasi. Teater Garasi misalnya, adalah teater kampus yang kini telah bermertamorfosis menjadi teater independen, baik secara finansial maupun ide-ide pertunjukan. Dengan menitik beratkan pada eksplorasi dan eksperimen guna pencapaian gerak baru dalam dunia panggung, teater Garasi berhasil menampilkan kualitas pementasan yang memukau. Selanjutnya Teater GSSTF Universitas Padjajaran Bandung, Teater Unstrad Univeritas Negeri Yogyakarta. Dari pementasan teater-teater tersebut terlihat keseriusan mereka dalam sebuah garapan yang akan mereka tampilkan.
    Sebenarnya peluang teater LKK untuk sejajar dengan teater-teater tersebut terbuka lebar. Alumni-alumni yang beranjak mapan, perhatian dan pendanaan dari pihak birokrasi mulai menampakkan titik cerah dan regenerasi anggota yang konstan. Hanya saja belakangan ini konflik dan permasalahan internal lebih dominan di dalam tubuh teater LKK.

    Kepengurusan

    Satu Periode Kepengurusan yang hanya berlangsung selama satu tahun, menyebabkan Badan Pengurus Harian (BPH) sebagai perwakilan suara anggota selalu terdesak untuk menyelesaikan program kerja. Banyaknya program kegiatan dan minimnya waktu pelaksanaan menyebabkan aktivitas anggota berkutat pada acara-acara rutin semata. Akhirnya teater LKK terjebak pada pola keorganisasian dan melupakan esensi mereka sebagai kelompok teater.
    Pada masa-masa awal teater LKK berdiri, periodesasi masa kepengurusan BPH pernah berjalan dua tahun. Namun yang menjadi kendala pada masa itu ialah terjadinya tarik menarik antara kepentingan berkesenian dan kepentingan menamatkan perkuliahan. Anggota yang loyal pada teater tetap bertahan dan berproses di sanggar, akan tetapi mereka cenderung mengabaikan perkuliahan. Sebaliknya anggota yang lebih mengutamakan perkuliahan, mereka cenderung menjadi pengembira didalam setiap garapan.
    Untuk mensiasati kendala ini, hendaknya BPH dalam perekrutan anggota baru mulai merancang dan mendesain program kebutuhan anggota setiap tahun. Sudah saatnya teater LKK menerima anggota baru berdasarkan komitmen dan keseriusan mereka dalam berkesenian.

    Spesialisasi Keahlian

    Berteater bukan hanya menjadi aktor atau sutradara. Banyak ruang dalam ranah teater yang dapat diambil sebagai peran. Penata musik misalnya, Penata artistik, penata lampu, make up, hingga mereka yang mengurusi manajemen produksi. Suksesnya sebuah pementasan tidak terlepas dari kru di belakang layar. Kru-kru inilah sebenarnya aktor gelap dalam pementasan tersebut.
    Selama ini image yang terbangun adalah setiap anggota teater harus dapat menjadi aktor atau aktris di atas panggung. Mereka berlomba-lomba ingin menonjolkan diri dalam sisi keaktoran. Akhirnya, ranah kerabat kerja pendukung pementasan menjadi terabaikan. Sehingga dalam setiap kali pementasan yang digelar oleh teater LKK, terlihat lemah pada aspek-aspek pendungkung pementasan.
    Minimnya pementasan tunggal dan banyaknya penerimaan anggota dalam tiap angkatan, menyebabkan minat dan bakat dari anggota tidak tersalurkan dengan sempurna. beberapa anggota yang memiliki semangat berkesenian tinggi, mencari saluran lain di teater-teater yang ada di taman budaya. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada iklim berkesenian di sanggar LKK. Persaingan tidak sehat, trik politik kecil-kecilan bergerak perlahan menciptan kubu-kubu oposisi terhadap kebijakan pengurus harian.
    Kedepan, dalam setiap penerimaan anggota baru. Badan Pengurus Harian harus berani membatasi jumlah anggota baru. Sudah bukan jamannya keberhasilan pengurus harian dilihat dari kuantitas anggota namun yang menjadi barometer adalah berapa banyak kualitas berkarya para anggota pada masa kepengurusan seorang ketua. Selanjutnya anggota-anggota baru tersebut dari mulai mereka diterima diarahkan pada peran-peran yang dibutuhkan oleh sanggar. Baik peran di atas pentas maupun peran di belakang layar. Mereka diharapkan percaya diri dan tekun terhadap peran yang mereka lakoni selama berproses di teater LKK. Empat tahun masa perkuliahan bukan waktu yang lama namun empat tahun mendalami satu bidang dalam dunia teater lebih bermakna dibanding pengetahuan mereka yang setengah-setengah setelah tamat dari institut teater LKK.

    Manajemen Terbuka

    Sering kita temui, awal mula keretakan dalam sebuah organisasi atau kelompok teater bermula dari masalah keuangan. Anggota-anggota yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk berlatih. Berminggu-minggu, bahkan sampai berbulan-bulan harus menerima kenyataan mereka tidak menerima upah sesuai dengan tenaga yang mereka keluarkan. Sedangkan dari berbagai informasi mereka dapatkankan, keuangan dari hasil pertunjukkan memadai. Pada kondisi seperti ini, anggota dan kru pementasaan merasa dikhianati oleh BPH, untuk seterusnya pemain dan kru akan jera dan trauma terhadap kepemimpinan pengurus harian. Dominasi ketua dalam pengambil kebijakan keuangan sebaiknya diminimalisir, agar prasangka-prasangka dikemudian hari dapat ditepis. Masalah keuangan bukan semata milik pengurus harian. Setiap anggotapun semestinya tahu dari mana keuangan sanggar berasal dan kemana uang tersebut digunakan. Laporan-laporan singkat mengenai keuangan organisasi, sebaiknya dalam sebulan sekali dipajang di papan pengumuman. Selain itu perlu adanya rapat bulanan yang membahas tentang setiap kegiatan yang akan atau telah dilaksanakan. Keterbukaan hati dan transparansi pengelolaan keuangan antara pengurus harian kepada anggotanya, akan menambah rasa kepercayaan mereka terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh pengurus harian.
    Dengan semakin baiknya pendanaan dari pihak rektorat, semestinya menjadi tantangan bagi pengurus harian untuk menghasilkan karya yang lebih baik. BPH selayaknya bercermin pada tahun-tahun awal teater LKK berdiri, ketika itu setiap kegiatan yang dilaksanakan lebih banyak uang pribadi keluar daripada bantuan dari pihak rektorat. Mereka harus berjalan kaki sepanjang tiga kilometer dari kampus menuju taman budaya Medan untuk melihat pertujukkan atau ketika akan melakukan pementasan. Jejak-jejak keringat mereka yang melekat di atas aspal sepanjang jalan Gatot Subrota hingga Perintis Kemerdekaan, adalah bukti kecintaan mereka pada dunia kesenian dan semata-mata agar kelak teater LKK berjaya dan diperhitungkan di tingkat nasional.

    Komunitas Alumni

    Salah satu potensi teater LKK yang belum tergali sepenuhnya adalah kekuatan alumni. Diperkiran lebih dari seribu alumni teater LKK, mereka tersebar dari Nanggroe Aceh Darusalam hingga Ternate. Perkerjaan merekapun beragam, mulai dari guru, wartawan, Pegawai Negeri Sipil hingga level Menejer Perusahan. Sungguh sangat disayangkan, apabila potensi ini terabaikan begitu saja. Hilangnya kontak personal, rutinitas kerja dan komunikasi yang tak pernah terbangun antara anggota LKK dengan alumni, menyebabkan para alumni merasa enggan untuk berpartisipasi dalam hajatan yang digelar LKK. Bila saja komunikasi ini terbagun, mungkin saja dalam setiap pementasan yang di gelar oleh Teater LKK, Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara dipadati oleh alumni-alumni LKK, bahkan hingga bermalam-malam pementasan itu akan digelar.
    Sebenarnya beberapa kontak pernah dilakukan antar sesama alumni, intinya mereka ingin sekali berkumpul dan melakukan reuni akbar dalam rangka dua dasawarsa teater LKK. Hanya saja, sebaiknya Badan Pengurus Harian Teater LKK periode sekarang mengambil langkah pertama dengan mengumpulkan alumni-alumni yang ada di sekitar kota Medan, guna membicara hajatan ini. Dengan cara inilah generasi baru teater LKK berterima kasih atas jasa-jasa kakak-kakak alumni, karena telah menggemakan kalimat penuh semangat ke hati sanubari setiap anggota, dimana saja, kapan saja kita berada ”Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita, Teater LKK, Wowwww”.*

    Ali Rahman Kaban, M.Pd
    Mantan Ketua Teater LKK Unimed
    Periode 2000-2001
    Bekerja di LPMP Sumatera Utara

  7. 7

    dari kita oleh kita untuk kita teater LKK, wowwwww……..
    sekadar menyapa……………………………………………………..

  8. 8

    Apri 15 said,

    Aih!! Sunyi x kurasa sanggar, padahal bentar lagi mo AMUK.
    Tah mana semua mahkluk yang loyal itu…
    hmmmm!!!!
    kakak2,,, dtglah,,,dah bekurang ilmu kami
    Oiya,,, AMUK tar diadakan akhir bulan april 2009,

  9. 9

    fahleli lubis said,

    udah pada pintar pintar hehehe

  10. 10

    L (Fadly) said,

    kakak-kakak maaf jika seandainya rakus,
    tolong nafkahkan sebagian naskah-naskah pada ku.

    thanks ya kak!

  11. 11

    Apri 15 said,

    Taon ini LKK cuci gudang,mo pada wisuda semua nech!!

  12. 12

    Apri 15 said,

    fadli bukannya rakus, tapi kau ja gak mau nanyaik. Becakap ja agak susah. Cemana awak teu kau minta naskah.Bah!Yang tiap arinya kita jumpa dsanggar

  13. 13

    MARFENAS said,

    SANGGAR LKK UNIMED ADALAH RUMAH ORANG-ORANG YANG AKAN MENJADI PEMIMPIN DAN ORANG2 BESAR TAHUN 2012 DI INDONESIA. NANTIKAN KEDATANGAN KAMI

    PEACE

    TAK GENDONG KEMANA-MANA

  14. 14

    Alianda lubis,MM aliyas ian batara lubis said,

    Merupakan alumni teater lkk satu angkatan dgn suyadi san dan aisah bashar semoga teater lkk tetap jaya


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: